Kamis, 05 Februari 2009

Pisau dan Sarungnya

Mengapa judul itu saya angkat, jawabnya saya baru saja menyaksikan dalam kehidupan umat manusia di dalam dunia yang serba modern ini. Saya melihat suatu kejadian didalam kehidupan keluarga yang saat ini berdekatan rumah dengan saya sekeluarga.
Kalau saya sebutkan keributan dalam rumah tangga pasti orang berkata bahwa rumah tangga itu tidak harmonis, apalagi kalau kita kaitkan dengan istilah Sakinah dan Mawadah warahma, wah nama boleh kita pakai tapi perbuatan kita belum tentu sama dengan yang dimaksudkan Istilah tersebut.
Ada satu keluarga kalau kita pijak kakinya dia menjawab sori kaki gua terhinjak tapi ada orang atau keluarga bila dipijak kakinya, mereka akan marah jadinya, bisa-bisa mereka akan memukul kita, itulah manusia.
Dalam aturan Agama bila keluarga mau bubar ada yang melalui perkataan istilah dari kaum laki-laki mengatakan aku cerai kamu atau kelompok istri mengadu kepemerintah untuk penguatan atau pengabulan cerai kehendak istri.
Tepat jam 9 pagi waktu Indonesia bagian barat terjadi tragedi pada awal bulan pebruari 2009, dimana seorang suami menikam isterinya sampai mati katanya. Sekarang siapa salah saya pribadi mengatakan tak ada yang salah tapi tak ada yang benar, kebenaran ada pada Allah.
Kata silaki ditanya mengapa kamu bunuh, jawabnya isteriku silingkuh kamudian ditanya sebelum mati mengapa kamu diajak berulang kali dengan lembut untuk kembali lagi membina keluarga yang rusak ini, yang selalu menolak alasan sudah tidak mau kumpul lagi, padahal sisuami belum mengatakan cerai atau surat cerai. Bahasanya masih punya hak. kata suami, aku melihat isteriku berjalan dengan orang lain (seperti pacaran) dan sisuami melihat siisteri sering nelpon semenjak lebih kurang 3 bulan tidak kumpul.
Nah itu kataku pisau dan Sarung, eh sisarung udah jalan tidak mau kumpul lagi dengan pisau, yah akhirnya pisau ganas karena tidak pakai baju atau sarung. Itudia terjadi kasus itu silakan anda yang membaca tulisan ini menjadi renungan yang dalam makna yang saya sampaikan.
Mau diskusi kunjungi web saya : www.irtastudio.com atau email irtastudio08@yahoo.co.id saya menunggu kita berbagi pengalaman untuk kita semua.

Rabu, 07 Januari 2009

MENGAPA

Menagapa setiap manusia di karir kehidupan di dunia yang fana ini bila berada pada lapisan bawah selalu melihat keatas dan di atas juga lihat keatas lagi sehingga manusia jarang melihat kebawah kecuali tersandung atau mendapat hambatan atau rintangan.
Waktu di bawah selalu berkata kalau aku diatas pasti aku akan lihat kebawah, itulah kata-kata setiap belum berada di atas. Kalau sudah diatas manusia tak mau lihat ke bawah alasannya ia takut jatuh atau gamang dan banyak lagi alasan yang akan di cari untuk menjawab kritikan waktu berada di atas.
Ini suatu renungan untuk kita bersama : yaitu berada di bawah ataupun di atas supaya nikmatnya sama yaitu selalu ingat Allah dan selalu ingat mati tidak bawa apa-apa dan hindari penyesalan yang telah terjadi dan ingat memberi kebahagian bagi orang lain ataupun orang yang berada fdi bawah jabatannya atau pegawainya ciptakanlah selalu kesenangannya atau kebahagiaannya karena dengan demikian itu berarti menyenangkan diri kita sendiri dan membuat hati kita lapang alias kalbu kita lapang. Itulah pengalaman sejenak waktu saya mempunyai bawahan.
Mudah-mudahan yang membaca ini dapatlah kesadaran yang belum terlambat.
Akhirnya saya mohon ampun pada Sang Allah dan minta maaf bagi manusia di dunia ini. Amin

Rabu, 26 November 2008

AKUKAH YANG SALAH

Baru merasakan letih, lapar dan haus serta menghambat semua indra yaitu waktu yang namanya bulan Ramadhan/bulan Pusa, selama sebulan dan akhirnya 1 Syawal tiba segalanya dapat bebas kembali. Namun kebebasan memang diberi tapi rintangn tetap membentang seakan turut menyiksa diri dan pikiran seperti cerita berikut :
1. Aku dikasi Bos kerja uang sebanyak lima ikat kata orang yaitu waktu menjelang Lebaran, aku bahagia dan senang tapi berselang waktu tanggal 24 Malam Jumat 2008, aku dikasi seorang anak perempuan yang menjadi idamanku selama ini, tapi ongkosnya enak gede yaitu melalui operasi sesar kata orang dan aku dapat lakukan walau berhutang ke teman, ya memang dapat tapi semua itu jadi beban dan pikiran.
2. Bulan berikutnya aku ditempa lagi yaitu dipindahkan tempat kerja, kata orang itu rezeki anak tapi kataku beban yang harus aku jalani, coba bayangkan terima gaji tinggal Rp. 500.000 untuk 1 bulan coba bayangkan sedangkan isteriku Ibu Rumah tangga tulen.
3. Hari berjalan terus tampa kasihan pada diriku, tapi aku masih bisa makan, namun kadang kala emosiku ikut terbangun, namun dapat dikendali.
4. Tolong aku doakan semoga beban ini cepat berlalu dan bila yang membaca mempunyai kemudahan bantulah saya semoga Allah akan membantu anda.
5. Alamatku irtastudio08@yahoo.co.id atau dapat telepon 081370768311
Terima kasih dari
Irwansyah AI SH

Kamis, 26 Juni 2008




Selasa, 17 Juni 2008

Ungkapan Hati: Renungan Hidup

Ungkapan Hati: Renungan Hidup dan Hasilnya melalui perbuatan lihat di blog irwansyah-irta.blogspot.com

Senin, 16 Juni 2008

Hai Manusia

Memang manusia unik coba bayangkan roh aja tak tau tempatnya dan dalama tubuhnya penuh keghaiban seperti sakit sering dokter kewalahan mencari solusi, singkat cerita bedah membedah pilihan terakhir dan itupun hasil diagnosa dari luar tubuh akhirnya bedah ternyata tidak ada apa-apa ini kata abang saya dulunya petugas lampu dikala dokter mau bedah. Udahlah begitu sekarang peluang yang masih ada pergunakanlah, seperti pimpinan berbuatlah kebaikan untuk bawahannya, kan kamu tidak selamanya jadi pemimpin, dan jangan lalai peluang kebaikan ada ditanganmu hai pemimpin, sadar sebelun tersadar, peluang hanya sejenak, renungilah hai manusia, umurmu jangan sia-sia. Amin

Sabtu, 31 Mei 2008



Ini dia Istri tercintaku, yang mana sifat manja belum lepas dari dirinya yang kadang-kadang aku harus mengerjakan pekerjaannya.